Tata cara memakai sorban yang bernilai Ibadah.

Di posting oleh Huzam Alwi pada 06:11 AM, 30-Jul-12

Di: Coretan Pribadi.

Sebelumnya saya mohon ma'af kalau tulisan saya dibawah ini nantinya agak sulit disimak, karena terus terang saja soal Tata Bahasa, saya betul-betul amburadul, jauh dibawah standar, tapi tidak mengapa, pepatah mengatakan: "Tak ada tali akarpun jadi", mudah-mudahan ada juga nanti manfa'at yang bisa diambil dari postingan saya kali ini.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم

Biasanya dibulan puasa ummat Islam lebih giat melaksanakan berbagai jenis ibadah dibanding hari-hari biasa dibulan lainnya. Maka dengan niat sekedar ikut berpartisipasi demi semaraknya Bulan Suci Ramadhan saya melakukan pengamatan tingkah laku pelaksanaan sebagian Ibadah segelintir ummat Islam dilingkungan saya. Pointnya, salah satu hasil yang dapat saya peroleh dari pengamatan itu adalah: Bertambahnya saudara-saudara kita kaum Muslimin yang memakai Sorban. Berkenaan dengan pengamatan saya diatas dalam postingan kali ini saya akan coba menulis tentang atau bagainanaTata Cara Memakai Sorban yang benar agar mendapat nilai dan ganjaran pahala dari Allaah SWT. Referensi atau bahan rujukan tulisan saya dibawah ini saya ambil dan sarikan dari satu kitab saja, yaitu Kitab Kuning Madzhab Syafi'i yang bernama Haasyiyah I'aanatuth Thaalibiin, tepatnya pada halaman 82 dan 83 Juz 2 versi cetak.
Kenapa saya gunakan cuma satu kitab? Tujuan saya adalah supaya permasalahannya tidak meluas dan melebar sehingga agak sukar diambil kesimpulan.

Silahkan simak kutipan dari kitab tersebut dibawah ini, tapi sebelumnya perlu saya tegaskan, saya mengutipnya secara acak tidak utuh seperti susunan kitab aslinya, dan lagi yang saya tulis adalah cuma hal hal yang menurut selera saya perlu untuk dikutip dan ditulis disini.
Langsung TKP Sob sob & Agan agan semua.

Hukun Memakai Sorban.

Pakai sorban hukumnya Sunat ketika melaksanakan shalat. Sedangkan diluar shalat juga disunatkan dengan tujuan dan niat sekedar berhias atau mempercantik penampilan.
Hukum sunat bersorban ini berpegang kepada beberapa Hadits Nabi Muhammad SAW, diantaranya Hadits Nabi yang mengatakan: "Shalat dengan pakai sorban nilainya 25 kali lebih baik dari shalat yang tidak pakai sorban, sedangkan khusus shalat Jum'at nilainya bagi yang memakai sorban adalah 70 kali lebih baik dibanding yang tidak memakainya". Kemudian Hadits Nabi lainnya mengatakan: "Allaah SWT memberikan Rahmat dan para Malaikat memintakan keampunan bagi orang-orang yang memakai sorban pada hari Jum'at".

Syarat Sunat Pakai Sorban.

Agar pahala sunat didapat syaratnya cuma satu, yaitu: Kain sorban harus diletakkan diatas kepala. Terserah mau pakai peci/kopiah dulu baru diatasnya pakai sorban atau langsung saja tanpa alas. Jadi kalau kain sorbannya cuma dililit dileher atau disampirkan dibahu itu namanya bukan bersorban, entah apa namanya, mungkin ber Syal adalah nama yang tepat, tapi yang jelas dengan demikian pahala tidak bakalan didapat.
Tentang bagaimana bentuk lilitan, panjang lebar, dan tingginya sorban, semua itu tergantung trend yang berlaku dimasyarakat.
Kalau masalah pakai ekor/juntai atau tidak pakai ekor dibelakang sorban, tentang ini ada masalah tersendiri.
Berdasarkan dalil beberapa buah Hadits Nabi, hukumnya disunatkan bersorban itu pakai ekor, tapi tidak dimakruhkan kalau tanpa pakai ekor, karena tidak ada satupun dalil yang menyatakan larangan bersorban tidak pakai ekor.

Kesimpulan masalah sorban ini, bisa juga dikatakan kuncinya, yaitu; asal kain sorban itu diletakkan diatas kepala baik berupa lilitan atau cuma dikerudungkan saja, itu sudah memenuhi kriteria bersorban yang dibenarkan Syara'.

Ada satu pertanyaan tentang tata cara pemakaian Sorban ini, pertanyaannya adalah: kenapa ada satu pihak yang jelas-jelas penganut Madzhab Syafi'i seperti para santri malahan diantaranya sebagian adalah orang-orang yang sudah terkenal sebagai Ustadz-ustadz atau Alim Ulamanya kaum Tua, sering kita melihat mereka ini, kemana-mana selalu pakai kopiah haji, sarung dan Sorban yang diselendangkan dibahu atau dililitkan dileher, tapi ketika shalat ternyata sorbannya tidak diletakkan ditempat semestinya, sorbannya justru masih nongkrong dileher atau dibahu, paling-paling ada sedikit modifikasi yaitu dengan melipat kain sorban secara diagonal sehingga membentuk segi tiga kemudian ditaroh melebar dibahu.
Kemudian pihak yang lain adalah orang-orang yang terkenal dengan sebutan "Jama'ah Tablig", mereka ini menurut yang saya dengar bukan pengikut Madzhab Syafi'i, kemungkinan besar mereka tidak memiliki kitab fiqih yang mengatur begitu terperinci tata cara bersorban seperti kitab-kitab Madzhab Syafi'i (mohon ma'af, tentang "Jama"ah Tablig" ini cuma pendapat pribadi saya) tapi apa yang mereka terapkan dalam tata cara pemakaian sorban ternyata sangat sesuai dengan kriteria yang digariskan dalam Madzhab Syafi'i.
Apakah sebabnya?
Baiklah, saya mencoba menjawab sendiri pertanyaan diatas. Menurut saya ada dua kemungkinan yang menyebabkan hal itu bisa terjadi.
Kemungkinan Pertama: "Keteledoran Waktu Belajar".
Perlu diketahui, bahwa Kitab I'aanatuth Thaalibiin yang saya jadikan bahan rujukan tulisan ini sebenarnya pelajaran wajib bagi mayoritas pesantren kaum tua di seluruh Nusantara. Keteledoran terjadi dimulai sewaktu belajar dipesantren, hal ini dapat dimaklumi karena yang dipelajari dipesantren untuk kitab I'aanah(nama populernya) ini biasanya cuma Matan kitabnya saja (yang tercetak dibagian pinggir lembaran kitab), sedangkan Syarah kitab(terletak dibagian tengah lembaran kitab) diajarkan sepotong-sepotong saja tidak menyeluruh, tergantung guru yang mengajar, yaitu cuma hal-hal yang dianggap penting oleh guru, itulah yang diajarkan, padahal masalah yang berkaitan dengan memakai sorban yang memperoleh pahala sunat terletak di Syarah kitab . Mungkin ketika sang guru mengajar, matannya saja yang diajarkan, sedangkan simurid "setali tiga uang" dengan sang guru, saat muthala'ah pelajaran tadi sekedar menyimak apa yang diajarkan guru. Akibatnya hal yang sebenarnya sangat penting malahan terlewatkan.
Kemungkinan kedua: "Ada Dalil Berbeda di Kitab lain".
Terus terang saya tidak pernah membuka kitab lain untuk mempelajari tentang masalah sorban ini, karena itu kalau diantara pengunjumg blog ini ada yang mempunyai atau pernah membaca kitab lainnya yang berbeda pendapat dengan tulisan saya diatas, tolong kirim commentnya diblog ini atau langsung dikirim ke email saya: kampungkadi@gmail.com, kritik dan sarannya sangat saya harapkan, tak lupa sebelum dan sesudahnya saya haturkan terima kasih.

Sekian dulu, mudah-mudahan ada manfa'atnya bagi kita semua. Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

25 tanggapan untuk "Tata cara memakai sorban yang bernilai Ibadah."

ROAD TO HELL JALAN KE NERAKA pada 03:39 AM, 31-Jul-12

assalamu'alaikum Brader.. biggrin

Kunjungan Perdana nih Gan..

Aku dah Folow kamu Gan..lol
aGan Folow Balik kita ya...arrow

Gua Tambah kata Kunci di blogmu Ya Brader..
Mudah2an Ramah dengan Search Enginenya mbah Google.. rolleyes

IBLIS | DEVIL | SYETHAN | KAFIR | MUNAFIK | ANJING | BABI | MONYET | NYAMUK | PERAMPOKAN | KORUPTOR | PEMERKOSAAN | PEMBEGALAN | PEMABUKAN | PENJUDIAN | PELACURAN | BOKEEPER | PERZINAHAN | PENYELUNDUPAN | PENGUTILAN | PENGADU DOMBA | PENYUAPAN | TARUHAN | PENCOPETAN | PENGANIAYAAN | PEMBUNUHAN | PENUSUKAN | PEMFITNAHAN | PERGUNCINGAN | PENGGOSIPAN | NARKOBAAN | PENCABULAN | KEKERASAN | TAWURAN | PEMBAKARAN | PEMBAJAKAN | LOKALISASI
Terimakasih.. evil

Salam mwber's Deh..
Admin
Road to Hell..
http://roadtohell.mywapblog.com

em.bahdin pada 08:18 AM, 31-Jul-12

wah,sip juragan...
Tp maaf,ga bs lama2.
Yg pnting ttep b'kunjung dan slg mendoakan. smile

Nuril Vanziqqrii pada 10:02 PM, 31-Jul-12

artikelnya mantap sob,, sangat membantu akuwink
met malem ya sob...

gusbahren pada 05:52 PM, 06-Aug-12

saudara saya, bagus sekali tulisan anda, tapi para ulama memakai surban sebagai selendang pasti ada alasannya, oiya, td sobat bilang gak tau namanya ( surban yg dililitkan saja atau diselendangkan ) ada keterangan yg menyebut itu RIDA'. Satu lagi, kalau mau pendapat sahabat mudah diterima dan dimengerti, cukup utarakan dengan bahasa yg santun. Coba saudara mengaji lagi, kalau udah menemukan penjelasan yg benar, tolong ajari saya.
gusfu4d@yahoo.com

Huzam Alwi pada 02:28 PM, 07-Aug-12

@ROAD TO HELL JALAN KE
NERAKA
@em.bahdin
@Nuril Vanziqqrii
@gusbahren
gusfu4d@yahoo.com :
<p>
Terima kasih atas comment sobat-sobat semua. :
<p>
Khusus @gusbahren
gusfu4d@yahoo.com dibawah ini komentar tersendiri buat sahabat. :
<p>
Terima kasih atas komentarnya yang begitu bagus, "pucuk dicinta ulam tiba", karena komentar seperti inilah yang sangat saya harapkan. <br>Terus terang saya malu sendiri, tepat seperti yang sahabat katakan: "kalau mau
pendapat sahabat mudah
diterima dan dimengerti, cukup
utarakan dengan bahasa yg santun", memang setelah saya baca kembali dan simak tulisan saya itu, saya sadari isinya terlihat begitu tendensius, kasar dan tidak santun. Langsung terlintas dalam pikiran saya untuk menghapus tulisan/postingan tersebut. Tapi setelah saya renungkan dan pikir masak-masak, mungkin ada juga baiknya atau hikmahnya dengan segala kekurangannya,akhirnya saya mengambil keputusan untuk membiarkan saja tulisan itu apa adanya, apalagi sudah terbukti dengan adanya komentar sahabat yang begitu bermutu, itu merupakan sebuah hikmah. Dengan membaca komentar sahabat maka kita khususnya saya pribadi menjadi bertambah ilmu, yaitu dengan adanya istilah RIDA' yang sahabat lontarkan. <br>Lewat forum ini saya memohon kepada sahabat agar sudi kiranya mengirim komentar tambahan untuk menjelaskan masalah Rida', apa itu Rida', apa hukumnya, tak lupa kalau sahabat berkenan tolong dipaparkan juga apa alasan para Ulama yang tidak mau meletakkan kain sorban diatas kepala.<br> Sekian dulu, sebelum dan sesudahnya saya mohon ma'af tak lupa sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas commentnya.

NUR pada 02:18 PM, 09-Aug-12

TIDAK USAH KITA RIBUT SURBAN , YG PENTING KITA PIKIRKAN SEKARANG YAITU BAGAIMANA ISLAM BISA BERSATU LAGI SEPERTI KITIKA JAMAN NABI MUHAMMAD SAW. AYO KITA BAHAS BERSAMA DAN KITA BERUSAHA UNTUK MENYATUKAN UMAT ISLAM. TIDAK ADA SUNNI, SYIAH DLL. YG ADA ISLAM LAILAHAILLAWWOH MUKHAMMADORROSULULLWOH.

Abdullah pada 02:01 PM, 10-Aug-12

Saya tidak ikutan debat sorban cuman nanggapin serta kasih saran kepada Nur,hati2 menulis kalimah TAUHID & RISALAH,tuhan kita bukan AWWOH dan Nabi Muhammad bukan Rasul atau utusan LLWOH.
Saran buat pemilik blog ini,hapus saja tuh komen dari Nur itu sebab siapa tahu kalau2 ada unsur kesengajaan berarti pelecehan agama.

Huzam Alwi pada 09:40 AM, 11-Aug-12

@NUR
@Abdullah
Terimakasih comment sobat berdua.
Khusus @Abdullah, saya rasa sobat NUR mungkin cuma salah ketik,dengan demikian anggaplah comment sobat Abdullah sebagai ralatnya jadi saya rasa tidak perlu comment sobat NUR dihapus.

Kolomonggo pada 11:02 PM, 11-Aug-12

maap bru dpat brknjung sob,,

mnrut ane, lo prbdaanya g prinsip birin aj sob,

Huzam Alwi pada 11:03 AM, 12-Aug-12

@Kolomonggo,
Ya, terimakasih supportnya.

ahmad pada 10:28 AM, 07-Sep-12

saran gan, kalu bisa nanti kitab di sini dikmpulin satu postingan terus di susun menurut fan2 masing2 biar muadh carinya ,, banyak banget koleksinya,,

Hamba Alloh pada 12:47 PM, 14-Mar-13

Terimakasih mas posting ny.
Saya bukan dari pendidikan agama/pesantren.
Saya pernah ikut program jamaah tablig. Alhamdulillah. Saya pernah mengamalkan memakai sorban, di ajari teman saya, walaupun dia juga bukan ustad. Saya gak pernah bermimpi bisa pake sorban jubah. Kayak wali songo aja. smile
dan yg saya tau bukan tidak bermadzab, dan tidak merubah madzab. Tapi bagaimana agar semua orang islam ini bersatu melalui kehidupan sunah.
Bolehlah ustad meluangkan waktu ikut program sambil membimbing. Karena yg ikut program tu banyak dari orang awam. Bahkan ada yg gak bisa ngaji. Dan gak pernah sholat. smile

Huzam Alwi pada 09:46 PM, 14-Mar-13

@Hamba Alloh,
Terima kasih atas komentar, tanggapan dan saran anda.

rupiin35@gmail.com pada 01:59 AM, 27-Apr-13

setelah sy bc petunjuk ke jalan lurus di situ tertulis barang siapa.pakai serban akan fi tambah pahalanya namun tidak disebutkan bagaana cara memakainya .&sy mulai pakai serban walaupun malu karena ilmu sy masih jauh di bawah standart sy taruh di atas pundak mengalung .trus sy coba menggali bagaimana pakai serban yg benar ?.sampai saat ini semata2 ingin mendapat pahala saya kalungkan di pundak mohon saranya krn sy gak pernah mondok di pesantren mengajipun masih dasar umurku sudah 48 tahun trimakasih .smg Alloh SWT mengampuni kekuranganku amin.sekali lagi mohon saranya

M darori pada 03:49 AM, 04-May-13

Ajib. . ! bib

ahmad alwi pada 07:17 AM, 28-May-13

masalah sorban dan rida' itu banyak skali para ulamk brbda pendapat..jd buat yg px hlaman ni. spy lbih lanjut untk blajar dari brbgai kitab .bkan cma fokus pada kitab aja..d dlam kitab riyadussolihin jg banyak.

Cahyo pada 06:23 PM, 20-Jun-13

Sorban adl Sunnah yg mana kita berhak utk mengikuti Rasulullah SAW.... Slma ini bersorban hanya d'anggap utk yang sudah berilmu... Memang d'dominasi oleh para Ulama' yg memakai'y... Tp kita pun boleh.. Masalah'y ada pada nyali pd tahap awal.... Memang k'hidupan bersunnah sdh mulai Pudar..... Tinggal bgm kita membangkit'kan semangat Hidup dlm Sunnah Rasulullah SAW.... Bkan krn ingin d'puji, d'sebut alim, atau ustad, atau sbgai'y.... Demi semata-mata cinta kita pd Rasulullah SAW ^_^

Disabilitas pada 01:01 PM, 22-Jun-13

Assalamu alaikum ustadz! Kunjungan perdana. mrgreen saya udah follow nih ustadz, mohon folbal ya! Trimakasih. smile Assalamu alaikum.

Disabilitas pada 01:02 PM, 22-Jun-13

Oh ia, kunjungi juga ustadz! http://putra-pane.mywapblog.com

h. roni ahmad pada 12:03 PM, 13-Jul-13

- mohon tidak dihapus. itu penting bagi kami slalu menggunakan sorban dan baru tahu sumber kitabnya.
- mohon pula berkenan anda menyusunnya dalam teks khotbah jumat yang mudah dibaca oleh khatib.
-jazakumullah khairunjaza.

La Baco pada 01:28 PM, 19-Jul-13

Sorban atau dalam bahasa kami masyarakat Bugis di sebut surubeng adalah sebuah ciri seorang muslim yang taat dan teladan di masyarakat jadi bagi orang awam yang merasa belum mampu menjaga tingkah laku ketaqwaan akan sangat segan memakai selembar kain yang satu ini walau tahu akan hukumnya.<br />
Adapun adab khusus akan surubeng di masyarakat kami adalah sangat banyak dan kini hanya di pahami oleh sebagian kecil kaum tua.

ahmed zahidy pada 02:41 AM, 15-Aug-13

akhi,,, terima kasih,,, bagus blognya,,, <br />
<br />
ini aq ada pertanyaan,,,<br />
<br />
apakah juga di sunahkan di dlm shalat memakai selendang/ Rida' dlm b. arabnya,,,? <br />

yusuf pada 03:19 PM, 19-Jan-14

Syukron gan.sangat bermamfaat,,.. semoga amal baik kita diterima dan ditambah tamabah keyakinan,,, dijauhkan ditolong
dan dilindungi dari orang yang kafir,,,

luqman pada 02:08 PM, 26-Jan-14

menarik pos nya....
terimakasih atas pemberitahuan nya
....

afik achmad pada 11:11 PM, 06-Feb-14

sip .... bisa jadi bahan referensi

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)